Kesiapan Strategis
Arah, kepemimpinan, dan sumber daya untuk pemanfaatan AI.
11 August 2026
SAFE-ME adalah kerangka baru untuk mengukur kematangan AI organisasi Indonesia, berpijak pada prinsip SAFE AI yang dikembangkan Telkom University. Penilaiannya melalui lima pilar dan 80 butir berbasis bukti.
Proyek CoE AILO Telkom University: AI Maturity Assessment Framework
SAFE-AI Maturity indEx
Ukur kematangan AI organisasi Anda dengan kerangka baru yang disesuaikan untuk Indonesia. SAFE-ME menilai kesiapan pemanfaatan AI melalui lima pilar dan 80 butir berbasis bukti. Hasilnya bukan sekadar angka, melainkan peta prioritas perbaikan yang dapat langsung ditindaklanjuti.
Pilih contoh profil organisasi untuk melihat skor tiap pilar, indeks, dan tingkat kematangannya.
Simulasi memakai rata-rata sederhana kelima pilar. Ambang tingkat: L2 mulai 1,80, L3 mulai 2,60, L4 mulai 3,40, dan L5 mulai 4,20. Perhitungan sebenarnya memperhitungkan bobot jabatan responden.
Setiap butir dinilai dari bukti yang dapat ditunjukkan. Skor dihitung menjadi indeks, lalu dikelompokkan ke lima tingkat kematangan.
“Kebijakan AI berlaku di seluruh organisasi dan sudah disosialisasikan, tetapi kedalaman penerapannya masih berbeda antar unit.”
Pilar Tata Kelola AI berada di L3 AI Ready
Akun organisasi dibuat sekali, lalu dipakai mengelola seluruh asesmen.
Tentukan kategori responden yang diundang dan masa berlaku tautan.
Responden mengisi melalui tautan, tanpa perlu membuat akun.
Indeks per pilar, prinsip SAFE, dan kategori responden dihitung otomatis.
Sub-dimensi terlemah menjadi peta prioritas perbaikan.
Setiap pilar memuat empat sub-dimensi, dan tiap sub-dimensi dinilai dari keempat prinsip SAFE. Seluruhnya berjumlah 80 butir berbasis bukti.
Arah, kepemimpinan, dan sumber daya untuk pemanfaatan AI.
Pemanfaatan AI yang bertanggung jawab oleh seluruh insan organisasi.
Pemanfaatan AI yang meningkatkan mutu proses kerja dan layanan.
Data, sistem, dan keamanan yang menopang pemanfaatan AI secara andal.
Kebijakan, pengawasan, dan perbaikan berkelanjutan.
Keempat prinsip diterapkan pada seluruh 20 sub-dimensi, sehingga tiap area kematangan dinilai dari sudut pandang yang sama.
Aman dan dapat dipertahankan
Menilai keamanan data, privasi, dan keberlanjutan implementasi AI dalam jangka panjang.
Tepat dan dapat diandalkan
Menilai ketepatan, keterukuran, dan kualitas keluaran dari proses yang melibatkan AI.
Cepat sekaligus adil
Menilai efisiensi proses beserta pemerataan manfaat AI bagi seluruh unit dan pemangku kepentingan.
Dapat dijelaskan
Menilai transparansi cara kerja AI dan kejelasan komunikasinya kepada pemangku kepentingan.
Penilaian memakai Evidence-Based Maturity Scale: skala 1 sampai 5 yang menyatakan kematangan bukti yang dapat ditunjukkan, bukan tingkat kesetujuan responden.
Indeks diklasifikasikan ke salah satu tingkat berikut. Tingkat L3 AI Ready menjadi ambang kesiapan minimum pemanfaatan AI.
Setiap jenis memakai instrumen yang disusun khusus bagi konteksnya, dengan struktur penilaian yang sama sehingga skornya tetap dapat dibandingkan.
Menilai kematangan AI pada perusahaan, mencakup proses bisnis, layanan pelanggan, dan tata kelola perusahaan.
Menilai kematangan AI pada institusi pendidikan tinggi, mencakup tridarma, layanan akademik, dan tata kelola perguruan tinggi.
Akun personal dapat mencoba gratis 3 kali asesmen dengan 50 persen butir dan hasil PDF. Akun organisasi memilih paket Mingguan, Bulanan, atau Tahunan. Konsultasi pakar tersedia pada paket tertentu atau dibeli terpisah.
Pengelola membaca hasil dan mengelola data responden dari satu tempat.
SAFE-ME adalah kerangka baru: versi penilaian kematangan AI yang disesuaikan dengan prinsip SAFE untuk konteks Indonesia, sehingga organisasi Indonesia dapat mengukur kesiapannya dengan instrumen sendiri.
Kerangka baru yang disesuaikan dengan prinsip SAFE untuk wilayah Indonesia. Dirancang CoE AILO Telkom University, divalidasi pakar, diuji coba di lingkungan internal, dan tercatat sebagai ciptaan di Kementerian Hukum RI.
Lima pilar, 20 sub-dimensi, dan 80 butir disusun dan divalidasi oleh pakar dalam negeri, berpijak pada prinsip SAFE AI Telkom University.
Hasil asesmen berupa peta prioritas perbaikan, sehingga organisasi dapat menyusun peta jalan AI-nya sendiri.
Instrumen khusus untuk perusahaan dan perguruan tinggi, dengan struktur penilaian yang sama agar hasilnya dapat dibandingkan.
Dari Indonesia, untuk organisasi Indonesia. Kesiapan AI diukur dengan bukti, dan keputusan perbaikan tetap di tangan pimpinan organisasi.
Mendorong pemanfaatan AI yang siap, aman, dan berbukti di perusahaan dan perguruan tinggi.
Kerangka ukur kematangan AI buatan dalam negeri, sehingga organisasi tidak bergantung pada standar asesmen dari luar.
Membantu perusahaan memetakan kesiapan AI untuk meningkatkan mutu proses bisnis dan layanan.
Instrumen khusus perguruan tinggi menilai kematangan AI dalam tridarma, layanan akademik, dan tata kelola kampus.
Pilar Tata Kelola AI menilai kebijakan, pengawasan, dan perbaikan berkelanjutan agar pemanfaatan AI transparan dan akuntabel.
Rujukan: delapan misi Asta Cita Prabowo–Gibran. Judul misi diringkas.
Dirancang CoE AILO Telkom University, divalidasi pakar, dan diuji coba sebelum diluncurkan.
Pencipta pada Surat Pencatatan Ciptaan, Kementerian Hukum RI